Total Pageviews

Friday, May 4, 2012

You are More than Special

Lenna membuka matanya perlahan. Untuk sesaat dia mengira dia sudah mati. Tetapi pemandangan di depannya itu makin menguatkan kalau ia belum mati. Ya, dia berada di sebuah kamar rumah sakit. Tidak ada siapa pun di sana. Dari jendela kecil di pintu, dia melihat beberapa orang suster terlihat mondar-mandir di depan kamarnya. Seorang suster masuk ke kamarnya sesaat kemudian.

"Sudah bangun?" tanya suster itu ramah sambil tersenyum.

Lenna terdiam. Mulutnya seakan terkunci, tidak tergerak untuk menjawab pertanyaan suster tadi. Matanya terpaku menatap suster tadi. Ia seakan-akan sibuk menatap suster itu.

Suster itu masih tetap tersenyum. Dengan lembut namun cekatan dia mengukur suhu tubuh Lenna dan mengecek tekanan darahnya. "Pacarmu keren sekali kemarin. Dia membawamu ke sini. Sangat perhatian. Mungkin sebentar lagi dia datang." kata suster itu sebelum meninggalkan ruangan.

Lenna hanya dapat menatap tidak percaya. Dilihatnya suster tadi hingga sosok itu menghilang. Pacar? Pacar dari mana? Di ingatannya dia tidak punya pacar. Siapa yang suster tadi katakan?

Entah mengapa dalam hitungan detik, ingatannya terbawa pada kejadian semalam. Dia mencoba melompat dari sebuah jembatan yang terletak di atas sebuah sungai dengan arus yang deras. Ah, harusnya dia sudah mati kan saat itu? Hanyut terbawa arus. Terlebih dia tidak dapat berenang, mengapa ia masih dapat selamat.

"Kamu baik-baik saja?" sebuah suara mengejutkan mata Lenna. Mata Lenna langsung terbuka lebar dan memandang ke arah datangnya suara.

"Andrew?" Lenna menatap Andrew dengan tidak percaya. Apakah yang dimaksud suster tadi Andrew? Tapi Andrew hanyalah teman sejak kecilnya.

"Syukurlah. Setidaknya kamu tidak kehilangan ingatan". Andrew duduk di samping Lenna. Menggenggam tangan cewek itu dengan lembut.

"Kenapa? Kenapa kamu masih menyelamatkan aku?" tanya Lenna. Mendadak suaranya bergetar. "Aku sudah ingin meninggalkan dunia ini sejak lama dan di saat aku memiliki keberanian untuk melakukannya, kamu malah menyelamatkan aku. Kenapa? Kamu jahat banget! Sama seperti orang-orang lainnya, sama seperti Tuh..."

Lenna belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika Andrew meletakkan telunjuknya di bibir Lenna. "Jangan menyalahkan Tuhan" katanya lembut. "kamu tau ga, Tuhan itu baik banget sama semua umatnya"

"Itu yang selalu kamu katakan... Tapi dia selalu melupakanku" mendadak air mata Lenna turun membasahi kedua pipinya. "Dia memberi aku kehidupan yang berbeda. Dalam tubuh lemah yang hanya dapat terduduk di kursi roda, dan orang-orang yang menganggapku hanya sebagai 'sampah'. Bahkan keluarga ku pun berpikir demikian."

Andrew membiarkan Lenna menangis hingga puas dan menghapus air matanya. "Tukah kamu, tanpa kamu melakukan sesuatu apa pun, ada orang lain di dekatmu yang berbahagia karena kamu ada?" tanyanya serius.

Lenna hanya dapat terdiam. Tidak mengerti maksud Andrew dan tidak tahu harus memberikan respon apa. "Maksudmu?" tanyanya kemudian.

"Aku selalu di dekatmu, mendengarkan keluh kesahmu, melakukan apa pun yang dapat kulakukan untuk menolongmu, karena... menurutku kamu berarti banget di kehidupan aku. Kamu lebih dari spesial dibanding siapa pun buat aku. Aku selalu bersyukur kepadaNya karena telah menciptakan kamu di sisi aku".

"Andrew, jangan bilang kalau kamu..."

"Ya, aku suka kamu. Ah mungkin LEBIH dari itu. Aku cinta banget sama kamu, Len. Jangan kamu coba tinggalkan aku. Karena bagi aku, kamu itu lebih dari segala-galanya di dunia ini" kata Andrew, tulus.

Lenna menitikkan air matanya. Terharu. Dia sudah menyukai Andrew sejak lama dan kini orang yang disukainya berada di sampingnya, dan mengatakan kalau dirinya sangat berarti bagi cowok itu. Lenna tiba-tiba tersadar karena kata-kata Andrew. Selama ini dia terlalu sering menyalahkan Tuhan tanpa peduli perasaan orang-orang yang berada di dekatnya. Dan sekarang Tuhan masih memberinya hidup. Tuhan masih menginginkan dia berada di dunia agar dia dapat meraih sesuatu yang dinamakan 'kebahagiaan'.

Andrew, mungkin kamu benar, Tuhan itu, baik banget... batinnya, tulus.
***


Tittle : You are More than Special

Creation by: Pradana Wulandari
Genre : Romance, drama,
Type : Short Story
Category: teen

January, 5 2012

No comments:

Post a Comment